Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang

3 Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang

8 Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang

Piranti-piranti teknologi tetap berkembang dan semakin canggih bersamaan berjalannya zaman. Pada zaman now ini anda tentu terlalu menikmati peran-peran teknologi yang kian memukau.

Tapi, pernahkah anda ingat bagaimana perangkat-perangkat teknologi terdahulu yang sempat menolong kehidupan masyarakat dunia pada zamannya?

Laporan penelitian yang dimuat BBC (16/8/18), lakukan outbackadventuresdr.com riset pada 2000 anak bersama usia 6-18 tahun di Inggris. Survei selanjutnya dilaksanakan untuk sadar seberapa besar anak-anak zaman ini yang mengenal sejumlah teknologi zaman dahulu yang telah dianggap punah atau hampir punah.

Berikut ini piranti teknologi lawas yang pernah mewarnai kehidupan masyarakat dunia.

1. Disket (eksis sebelum era Flashdisk)

8 Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang
Sebelum era flashdisk, hardisk, maupun Multy Media Card ( MMC), apa anda pernah sadar piranti yang berfungai untuk menyimpan dokumen atau file berasal dari computer ? Piranti itu ialah Floopy Disk atau dikenal bersama Disket.
Piranti ini pernah terjual lebih berasal dari lima miliar tiap tahun, di semua dunia, puncaknya pada era pertengahan tahun 1990.

Disket atau Floppy disk pertama yang berukuran 8in (20cm) dikembangkan oleh IBM untuk menggantikan tape drive pada akhir 1960-an, dan dibikin secara komersial pada tahun 1970-an. Kemudian Sony mengikutinya bersama disk 3.5in (9cm) pada tahun 1981.

Pada tahun 1984, IBM memperkenalkan disket high-density untuk PC, yang manpu menyimpan 1,2 megabyte data. Pada tersedia waktu itu, kapasitas selanjutnya terlalu mengesankan. Waktu telah berubah: bandingkan saja bersama flash drive USB hari ini, yang mampu menyimpan 2TB – hampir 1,7 juta kali jumlah informasi pada disket.

Survei di Inggris menyatakan, dua pertiga berasal dari anak-anak zaman ini tidak sadar apa itu disket. Beberapa orang tersedia yang tetap mengenalnya, namun cuma sebagai ikon “simpan” pada computer mereka.

Kalau anda belum pernah melihatnya, cobalah cek lemari ayahmu, jikalau untungkan anda bisa saja mendapatkan piranti ini berselimut debu.

2. Pager atau radio panggil (eksis sebelum era ponsel)

8 Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang

Teknologi komunikasi jinjing atau yang begitu dekat bersama anak-anak sekarang telah tentu adalah handphone atau smartphone. Pada era 1950-an dan 1960-an, terdapat piranti bersama fungsi sama yang telah tercipta.

Perangkat selanjutnya bernama pager atau di Indonesia biasa terhitung disebut radio panggil. Kalau anda bukan remaja 1990-an maka bisa saja besar anda belum pernah menggunakannya.

Di barat, teknologi komunikasi yang mampu diletakan di saku ini banyak digunakan pada era 1980-an. Piranti ini mampu menerima dan menampilkan pesan numerik atau alfanumerik (huruf, isyarat baca, lambang matematika, angka), dan nada melalui jaringan radio.

Di Indonesia pager sempat jadi gadget yang digandrungi kalangan muda pada tahun 1990-an.

Sampai sekarang, pager atau radio panggil ini sebetulnya belum nyata-nyata punah. Teknologi ini tetap digunakan namun di dalam bidang-bidang tertentu, lebih-lebih di bidang sarana sosial kemasyarakatan. Seperti rumah sakit dan petugas pemadam kebakaran. Karena, waktu suasana darurat, untuk menerima pesan yang mendesak pager dianggap lebih efektif daripada telepon seluler.

Di Inggris, 85% anak-anak di dalam sebuah survei, tetap kebingungan dan tak mengenal perangkat ini.

3. Kaset tape/kaset pita (sebelum era CD dan MP3)

8 Teknologi Jadul yang Nyaris Punah Ini Patut untuk Dikenang
Pernahkah anda merekam lagu-lagu yang tengah kondang di radio bersama kaset pita (Mixtape)? Pernahkah anda menikmati lagu di kamar teristimewa sambil membaca lirik pada lembaran kaset album? Pernakah anda bertukar kaset tape ( audio/pita) bersama sahabat, untuk mendengarkan album terakhir band atau penyanyi yang tengah populer?

Bagi anda yang mengalaminya tentu itu kenangan indah. Bagi anda yang belum mengalaminya, setidaknya anda boleh mengenal piranti ini.

Kaset tape ( pita) diperkenalkan di Berlin Radio Show oleh Phillips di Eropa pada tahun 1963, yang lantas dipoduksi secara massal pada tahun 1964 di Hanover, Jerman. Tahun 1965, file musik/rekaman berwujud kaset pita meluas di Eropa.

Penciptaan Walkman (Sony) era 1968/1970-an di Jepang, berkontribusi secara vital pada keberhasilan pemakaian kaset pita lebih-lebih di kalangan generasi muda di dunia. Termasuk di Indonesia, perangkat ini sangat mungkin tiap tiap orang untuk mendengarkan musik kapan pun dan di mana pun.

Di Inggris, survei menyatakan bahwa 40% anak-anak zaman ini tak mengenal kaset pita. Pengecer elektronik terbesar di Inggris, Curry, pun berhenti menjual album musik wujud kaset pita pada tahun 2007. Karena pergeseran cara menikmati musik yang waktu ini secara digital lebih efesien, lantas pada 15 tahun belakangan kaset pita jadi ditinggalkan.

Apa anda belum mengenalnya? Tenang, anda tetap mampu melacak kaset tape ini di pameran atau kolektor di Indonesia.