Langkah China dan Jepang Dalam Mengembangkan Teknologi

Langkah China dan Jepang Dalam Mengembangkan Teknologi

Peneliti dan perekayasa di Indonesia supaya tidak perlu malu untuk mempelajari teknologi terakhir berasal dari negara lain selama di dalam sistem pengembangan teknologi. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, China punya kemajuan teknologi yang terlampau cepat. Pertama meniru, ke dua memperbaiki, ketiga inovasi.

“Itu beberapa langkah yang dibikin oleh China dan termasuk Jepang terhadap sementara itu. Meniru, (kemudian) menaikkan inovasi. Tidak tersedia negara yang bisa segera maju. Karena itu (inovasi) tidak bisa di awali berasal dari nol,” ungkap Jusuf Kalla.

Ia mendorong peneliti dan rtp slot gacor perekayasa untuk tidak cepat bahagia dan terus mempelajari teknologi yang telah mutakhir berasal dari negara lain untuk dikembangkan di Indonesia.

“Apa yang baik dibanding tahun lalu, apa yang bersaing dengan negara-negara lain,” tegasnya.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi mengembangkan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) atau Science plus Techno Park (STP) untuk meneliti dan mempelajari inovasi sekaligus menjadikan hasil inovasi berikut miliki nilai komersial dan berguna bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi nanti perlu punya Science plus Techno Park. Tujuannya adalah para peneliti, inventor, dan inovator nanti menginkubasi (mengembangkan) hasil penelitiannya dengan industri melalui Techno Park tersebut. Kalau telah mature, dia (hasil penelitian tersebut) dikeluarkan berasal dari situ supaya melakukan usaha di luar,” ungkapnya.

Menristekdikti mengutarakan keliru satu hasil penelitian berasal dari STP yang telah masuk ke industri adalah hasil penelitian tentang stem cell berasal dari Universitas Airlangga yang diproduksi massal oleh PT Phapros, anak perusahaan keliru satu BUMN, PT Kimia Farma.

“Stem cell untuk facial, untuk wajah saat ini telah diproduksi oleh Perusahaan Phapros, yang hasil penelitian berasal dari Universitas Airlangga di Surabaya. Berapa keseluruhan omzetnya sekarang? Sudah ratusan miliar. Ini yang kita dorong terus, hasil inovasi perguruan tinggi,” ungkapnya.