Arsip Kategori: Technology

Berita Teknologi Hari Ini, Kabar Berita Terkini Dunia IT Meliputi Gadget Terbaru, Games, Apps, Smartphone, Review Produk, Internet, Software dan Hardware.

Hey Pecinta Musik, Cari Lirik Lagu di Google kini Semakin Mudah Lho

Hey Pecinta Musik, Cari Lirik Lagu di Google kini Semakin Mudah Lho

Layanan search engine Google kini semakin memanjakan para penggunanya, utamanya adalah mereka yang para pecinta musik. Google pun kini semakin memudahkan para pecinta musik saat ingin mencari lirik lagu di internet. Bekerja sama dengan LyricFind, Google pun kini bisa secara langsung menampilkan lirik lagu dalam halaman pencarian.

Fitur ini pun tentunya semakin memberikan kenyamanan untuk para pendengar dan pecinta musik. Tidak perlu repot-repot berkunjung ke situs lirik lagu yang terkadang cukup judi bola terpercaya sulit diakses. Sayangnya, fitur pencarian lirik lagu secara langsung dalam halaman pencarian ini masih terbatas hanya di negara Amerika Serikat.

Dalam kerjasama dengan LyricFind ini, Google pun bakal bisa menampilkan banyak lirik lagu dari para penyanyi ternama dunia. Terlebih, seperti dikutip dari Venturebeat, LyricFind merupakan perusahaan yang mempunyai jalinan kerjasama dengan lebih dari 4000 publisher musik dunia, termasuk publisher terkemuka seperti EMI Music Publishing, Universal Music Publishing Group, Warner/Chappell Music Publishing ataupun Sony/ATV Music Publishing.

Cara menggunakan fitur terbaru dari Google ini terbilang sangat mudah. Pengguna internet hanya tinggal menambahkan kata ‘lyrics’ dalam kolom pencarian dengan disertai judul lagu. Setelah itu, lirik dari lagu yang dicari pun bakal secara otomatis muncul dalam halaman pencarian. Dengan kemampuan tersebut, para pengguna internet pun bakal bisa menghemat waktu saat mencari sebuah lirik lagu.

Kelompok Hacker OurMine Berhasil Bobol Akun Media Sosial CEO Google

Kelompok Hacker OurMine Berhasil Bobol Akun Media Sosial CEO Google

Belum lama ini kita sempat dihebohkan bahwa akun media sosial CEO dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dibobol oleh sekelompok hacker yang menyebut dirinya dengan OurMine. Tidak tanggung-tanggung, akun media sosial Instagram dan Pintereset Mark manjadi sasaran para hacker yang kabarnya berbasiskan di Arab Saudi.

Tidak sampai disitu, petinggi media sosial Twitter juga menjadi sasaran aksi hacker OurMine pada akun media sosial Four Square Evan Williams. Nah kini nampaknya OurMine masih belum puas dan baru saja akun media sosial CEO Facebook, Sundar Pichai juga menjadi korban atas aksi sekelompok hacker ini.

Dilansir dari WCCFtech, disebutkan bahwa akun media sosial CEO Google tersebut adalah Quora. Tidak seperti akun media sosial Mark Zuckerberg yang passwordnya diketahui berasal dari database LinkedIn yang bocor beberapa waktu lalu, OurMine kali ini menemukan celah keamanan yang dapat ditembus oleh mereka.

Yang menarik adalah, kelompok hacker ini telah memperingatkan pihak Quora untuk menutup celah yang mereka temukan. Sayangnya, pihak Quora tidak merespon sama sekali atas pemberitahuan tersebut dan akhirnya OurMine melancarkan aksinya melalui akun Quora Sundar Pichai.

Hal ini diketahui setelah postingan yang menyebutkan pihak OurMine telah menguasai akun media sosial CEO Google tersebut, yang dihubungkan dengan media sosial berlogo burung biru tersebut, sehingga dapat dilihat oleh pengikut Sundar Pichai. Tidak butuh waktu lama akhirnya Sundar Pichai menghapus cuitan tersebut.

Memang kelompok hacker OurMine ini sedang gencar-gencarnya melakukan serangan ke akun media sosial orang ternama, seperti CEO Facebook, Co-founder Twitter dan kali ini giliran CEO Google yang menjadi korban. Bahkan pihak OurMine bukan menyebut dirinya sebagai sekelompok peretas, melainkan sekelompok pakar keamanan yang menguji keampuhan situs di dunia, terutama situs media sosial.

Terjun Ke Bisnis Virtual Reality, Xiaomi Buat Akun Khusus VR Di Weibo

Terjun Ke Bisnis Virtual Reality, Xiaomi Buat Akun Khusus VR Di Weibo

Beberapa raksasa perusahaan teknologi dunia telah terjun ke bisnis virtual reality sejak beberapa tahun yang lalu, di ataranya ada Google, Facebook, HTC, Samsung, dan lain-lain. Kini daftar panjang perusahaan yang masuk ke ranah virtual reality akan ditambah lagi dengan kehadiran Xiaomi, bahkan sebelum Google mencantumkan nama mereka menjadi salah satu manufaktur untuk kerjasama dalam menghadirkan smartphone Daydream yang telah diperkenalkan pada ajang Google I/O pada bulan Mei lalu.

Meskipun belum resmi diumumkan sebagai manufaktur ponsel yang mendukung platform VR Daydream, namun baru-baru ini di situs Weibo telah ditemukan akun khusus virtual reality milik Xiaomi dengan nama pengguna @XiaomiVR.

Menurut Tang Mu selaku General manager Xiaomi mengatakan, jika perusahaannya akan siap meluncurkan headset virtual reality pertama mereka pada bulan Agustus mendatang. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada keterangan lebih jelas mengenai tanggal perilisan dan seperti apa konsep dari headset VR milik Xiaomi ini.

Selain itu, informasi mengenai harga dan spesifikasi dari headset VR tersebut juga belum diketahui hingga saat ini. Namun mengingat Xiaomi telah membuat akun khusus untuk VR, tak lama lagi bocoran mengenai perangkat VR milik Xiaomi perlahan akan terungkap. Nantinya akan ada dua kemungkinan, yakni Xiaomi membuat headset VR yang kompatibel dengan perangkatnya sendiri, atau membuat perangkat yang mendukung proyek Daydream milik Google.

Xiaomi Kini Juga Produksi Sepeda Lipat Elektrik Lho! Penasaran Kan?

Xiaomi Kini Juga Produksi Sepeda Lipat Elektrik Lho! Penasaran Kan?

Lebih dikenal sebagai produksi smartphone Android, Xiaomi saat ini pun terus meluncurkan produk terbaru non-ponsel miliknya. Produk terbaru yang kali ini mereka hadirkan adalah sebuah sepeda lipat listrik yang disebut dengan nama Mi QiCYCLE Electric Folding Bike.

Sepeda lipat ini pun didesain untuk mereka yang hidup di kota dan biasa beraktivitas menggunakan sepeda lipat. Desain sepeda lipat ini pun tidak terlalu berat, berbobot hanya 14,5 kilogram dan telah dilengkapi dengan keberadaan aplikasi pintar yang memperlihatkan statistik penggunaan sepeda tersebut.

Dengan adanya aplikasi pintar tersebut, pengguna sepeda ini pun bisa memperoleh beberapa informasi pada smartphone. Di antaranya adalah navigasi GPS, kalori yang terkonsumsi, jarak tempuh, kecepatan dan lain-lain. Selain itu, ada pula IDbike Torque Measurement Method yang bisa memperlihatkan seberapa besar torsi yang dibutuhkan agar sepeda mempunyai output yang lebih bagus.

Sepeda elektrik ini hadir dengan baterai Li-ion yang dikembangkan oleh Panasonic. Baterai tersebut, diklaim Xiaomi bisa bertahan untuk perjalanan menempuh jarak 45 kilometer sekali pengisian. Seperti diungkapkan oleh petinggi Xiaomi Hugo Barra dalam akun Facebooknya, sepeda elektrik ini juga dilengkapi dengan motor high speed 250W serta gear Shimano Nexus 3-speed.

Pihak Xiaomi pun sebentar lagi akan memasarkan sepeda lipat terbarunya ini ke pasar domestik Cina. Untuk harganya, Xiaomi mematok sepeda elektrik ini dengan harga sebesar 2.999 RMB atau setara 5,9 juga rupiah.

Provider Internet ini Berikan Jaminan Uang Kembali Kalau Tak Puas dengan Layanan Internet Miliknya

Provider Internet ini Berikan Jaminan Uang Kembali Kalau Tak Puas dengan Layanan Internet Miliknya

Hal yang paling menjengkelkan ketika berurusan dengan provider internet adalah pada saat jaringan mengalami permasalahan. Berbeda halnya kalau provider internet mempunyai jaringan yang bisa diandalkan. Hal ini pun nampaknya disadari oleh provider internet Australia, Vodafone yang memberikan jaminan uang kembali kepada para pelanggannya.

Dalam pengumuman terbarunya, Vodafone Australia memberikan jaminan uang kembali 30 hari kalau para pelangggan tidak puas dengan kualitas jaringan miliknya. Dengan kebijakan terbarunya ini, Vodafone pun akan memberikan refund kepada para pelanggannya. Proses refund yang dijanjikan pun membutuhkan waktu maksimal selama 10 hari.

Kepala Marketing Vodafone Loo Fun Chee mengatakan kalau saat ini para pengguna smartphone berhak untuk bisa menggunakan jaringan internet yang bisa diandalkan. Dan kebijakan terbaru yang dilakukan oleh Vodafone ini pun bakal memberikan keuntungan kepada para pelanggan. Terlebih kebijakan ini tak hanya berlaku untuk pelanggan personal, tapi juga untuk pelanggan segmen bisnis kecil yang mempunyai 9 koneksi internet.

Di Australia, Vodafone memang bukan dikenal sebagai provider internet terbesar dan masih kalah kalau dibandingkan dengan Telstra. Meskipun begitu, provider internet yang satu ini, seperti yang diungkapkan oleh OpenSignal, mempunyai ketersediaan jaringan 4G LTE yang tidak kalah dengan Telstra. Ditambah lagi, jaringan milik Vodafone terkenal lebih bisa diandalkan meski memang untuk masalah kecepatan bukanlah yang nomor satu di Australia.

Karyawan Provider Telepon Kedapatan Mencuri Sekaligus Menjual 1,5 Juta Data Pribadi Pelanggan

Karyawan Provider Telepon Kedapatan Mencuri Sekaligus Menjual 1,5 Juta Data Pribadi Pelanggan

Informasi terkait data pribadi seseorang terus menjadi komoditas yang banyak diincar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan kali ini, seorang pegawai provider telepon T-Mobile Republik Ceko, ketahuan melakukan aktivitas pencurian sekaligus penjualan data-data pribadi para pelanggan T-Mobile.

Insiden tersebut baru diketahui oleh pihak perusahaan pada tanggal 13 Juni kemarin. T-Mobile pun mengatakan kalau sistem keamanan mereka mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh salah satu karyawannya. Setelah ditelusuri, ternyata karyawan yang bersangkutan mencuri sebanyak 1,5 juta data pelanggan T-Mobile.

Data-data tersebut pun selanjutnya bakal dijual ke pihak ketiga. Hanya saja, sebelum bisa menjual data-data tersebut, karyawan itupun kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Tak hanya itu, pihak T-Mobile Republik Ceko pun langsung memberikan keputusan pemecatan terhadap karyawan tersebut.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari Softpedia, T-Mobile mengungkapkan kalau data-data pribadi yang berhasil dicuri tersebut adalah data-data yang biasa digunakan untuk sarana marketing. Tidak ada data berupa password ataupun PII (Personally Identifiable Information) yang bocor ke pihak luar. T-Mobile pun meyakinkan bakal tidak ada aktivitas peningkatan spamming yang menimpa para pelanggannya.

Secara khusus, T-Mobile juga mengatakan kalau kejadian ini murni merupakan sebuah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh personal. Di sisi yang lain, sistem yang dimiliki oleh perusahaan telah bekerja dengan baik dan bisa secara langsung mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan yang dilakukan.

Amazon Dikabarkan Siap Bersaing di Pasar Online Indonesia

Amazon Dikabarkan Siap Bersaing di Pasar Online Indonesia

Situs e-commerce terkemuka dunia, yakni Amazon dikabarkan bakal meramaikan persaingan toko online di tanah air. Bahkan secara khusus, Amazon bakal menyiapkan dana tak kurang dari 8 triliun rupiah sebagai modal usaha. Kabar kedatangan kedua e-commerce raksasa dunia ini diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa.

Kedatangan Amazon, menurut Daniel, sudah bukan merupakan berita yang rahasia lagi. Pihak Amazon pun sudah mengumumkan minatnya untuk bisa membuka usaha di Indonesia. Hanya saja, belum diketahui waktu kedatangan pasti perusahaan yang dimiliki oleh Jeff Bezos tersebut. Kedatangan Amazon, menurut Daniel bakal memberikan dampak yang sangat besar bagi persaingan e-commerce di tanah air.

Dia mencontohkan fenomena yang sebelumnya terjadi di negara India. Kehadiran Amazon di negeri Bollywood tersebut secara langsung mengurangi omzet yang dimiliki oleh Flipkart yang sebelumnya dikenal sebagai e-commerce terbesar di sana. Bahkan, lanjut Daniel, Flipkart kehilangan pangsa pasarnya hingga 50 persen hanya dalam jangka satu tahun.

Dengan dana yang melimpah, Amazon pun bakal bisa dengan mudah membangun jaringan e-commerce yang sangat kuat di tanah air. Meski begitu, bukan tidak mungkin toko online tanah air juga bisa mengalahkan hegemoni Amazon. Sebagai contohnya adalah yang telah terjadi di negara Cina. Di Cina, Amazon harus mengalah kepada Alibaba dan akhirnya memilih untuk keluar dari negara tersebut.

Samsung Kenalkan Teknologi FoWLP, Jadikan Smartphone Lebih Tipis

Samsung Kenalkan Teknologi FoWLP, Jadikan Smartphone Lebih Tipis

Samsung memang tidak habisnya dalam mengembangkan inovasi produk buatan mereka. Tidak hanya perangkat elektronik saja, kita tahu bahwa Samsung juga merupakan produsen chipset yang mana juga digunakan pada perangkat Apple. Namun tidak sendirian, Samsung juga memiliki pesaing yang juga pemain lama dalam memproduksi chipset untuk perangkat iPhone dan iPad, yakni TSMC.

Demi menghadapi TSMC, baru saja Samsung mengumumkan teknologi terbaru pada chipset buatannya. Dikutip dari TweakTown, dikatakan bahwa teknologi tersebut bernama Fan Out Wafter Level Packaging atau FoWLP.

Disebutkan bahwa dengan teknologi FoWLP tersebut, mampu spaceman pragmatoic menambah tingkat efisiensi dari sebuah chipset hingga 30%. Tidak hanya itu saja, teknologi ini tidak memerlukan PCB sehingga mampu mengurangi ketebalan smartphone hingga 0,3 mm.

Namun nampaknya teknologi tersebut bakal digunakan Apple pada tahun depan atau chipset A11, mengingat Apple saat ini telah melakukan tahap produksi untuk perangkat iPhone 7-nya dan mempercayakan TSMC sebegai pemasok chipset A10. Tapi bisa saja Apple memesan pada Samsung bila TSMC tidak sanggup memenuhi permintaan dari Apple yang sangat tinggi, sehingga perangkat Apple iPhone 7 bakal menggunakan chipset dari Samsung dengan teknologi FoWLP ini.

Nah meskipun pada bisnis smartphone keduanya saling sikut, tapi soal bisnis chipset nampaknya Apple dan Samsung tidak bisa dipisahkan. Tetapi, akankah chipset dari Samsung ini bakal mengalami penurunan performa, seperti pada chipset A9, yang mana buatan TSMC lebih unggul dari segi efisiensi baterai dan performanya? Kita tunggu saja.

Meski Punya Uang Banyak, Microsoft Pilih Berhutang untuk Pembayaran Akuisisi LinkedIn

Meski Punya Uang Banyak, Microsoft Pilih Berhutang untuk Pembayaran Akuisisi LinkedIn

Microsoft secara mengejutkan melakukan akuisisi besar-besaran terhadap LinkedIn dengan nilai mencapai 349 triliun rupiah. Namun siapa sangka, untuk pembayaran proses akuisisi tersebut, Microsoft ternyata memilih untuk berhutang pada pihak ketiga. Padahal di sisi lain, perusahaan software terbesar dunia itu mempunyai uang mencapai 100 miliar USD di berbagai rekening luar negeri miliknya.

Menurut laporan Seattle Times, saat ini Microsoft berusaha untuk mencari pinjaman yang bakal digunakan untuk pembayaran akuisisi LinkedIn. Kebijakan berhutang ini pun dilakukan oleh Microsoft sebagai salah satu cara untuk melakukan penghematan. Utamanya penghematan dalam menghindari besarnya pajak yang harus dibayarkan.

Jika pembayaran dilakukan secara tunai, pajak yang harus dibayarkan oleh Microsoft kepada Pemerintah Amerika Serikat tidaklah sedikit. Untuk penarikan uang dari rekening di luar negeri, bakal dikenakan pajak sebanyak 35 persen. Menurut sumber dari Seattle Times, kebijakan berhutang ini bakal memberikan penghematan bagi Microsoft mencapai 9 miliar USD atau setara 120 triliun rupiah.

Kebijakan berhutang sebagai sarana untuk menghindari pembayaran pajak ini pun ternyata menjadi aktivitas yang cukup banyak dilakukan oleh perusahaan besar Amerika Serikat. Bahkan Apple yang kerap disebut-sebut sebagai perusahaan teknologi terbesar dunia, mempunyai hutang sebesar 6,5 miliar USD.

Selain itu, saat ini juga banyak perusahaan Amerika yang memilih untuk menaruh uangnya di rekening luar negeri seperti yang dilakukan Microsoft. Bahkan kabarnya, perusahaan-perusahaan Amerika mempunyai total uang sebanyak 2 triliun USD di rekening luar negeri. Dan kalau uang sebanyak itu dibawa ke dalam negeri, bisa memberikan pemasukan pajak sebesar 600 miliar USD bagi negara.

Tingkat Kecerdasan Ternyata Berkaitan Erat dengan Aktivitas Pembajakan Software

Tingkat Kecerdasan Ternyata Berkaitan Erat dengan Aktivitas Pembajakan Software

Bagi para perusahaan software, musuh utama yang harus mereka hadapi setiap harinya adalah pembajakan software. Terlebih untuk sebuah software yang sangat populer seperti Windows ataupun Office milik Microsoft. Terkait aktivitas pembajakan software ini, para peneliti dari MPRA Jerman menemukan sesuatu yang sangat menarik.

Dalam hasil penemuan yang mereka lakukan, tingkat kecerdasan sesesorang atau IQ ternyata mempunyai dampak nyata terhadap aktivitas pembajakan software. Mereka yang punya IQ tinggi, cenderung enggan melakukan aktivitas pembajakan. Meski begitu, dalam paper berjudul “Intelligence and Crime: A novel evidence for software piracy” itu, MPRA enggan menyebut IQ rendah sebagai penyebab aktivitas pembajakan software.

Menurut laporan yang dikutip dari Slashgear, MPRA pun mengambil data dari 100 negara dunia. Selanjutnya, mereka pun membandingkan nilai IQ rata-rata setiap negara. Dan hasilnya, seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa tingkat kecerdasan mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan aktivitas pembajakan software. Yang pasti, MPRA mengungkapkan kalau ada kenaikan IQ sebesar 10 persen bakal berdampak pada penurunan software sebesar 5,3 persen.

Meski mengambil kesimpulan seperti itu, ternyata tak semua negara mempunyai fenomena seperti itu lho. Contohnya saja adalah negara Cina yang tercatat mempunyai IQ rata-rata yang tinggi dan diiringi oleh tingkat pembajakan yang tinggi. Contoh lainnya adalah Afrika Selatan yang memiliki rata-rata IQ rendah dan diimbangi dengan tingkat pembajakan yang juga rendah.